Promosi
  • 13 April 2017
    Ingin Tahu Cara Tepat Tangani 5 Kondisi Demam Pada Anak ??? Hadirilah Seminar di RS Bella Tema  " CARA TEPAT TANGANI 5 KONDISI DEMAM PADA ANAK" Nara Sum ...
  • 04 April 2017
    Pelayanan Bella Baby SPA   Telah hadir pelayanan Bella Baby SPA Informasi & Pendaftaran : RS BELLA Jl. Ir. H. Juanda no.141 Bekasi Telp ( 021 ) 8801778 / 8801775 Ext ...
 
Langganan Berita
 
RS Bella
Jl. Ir. H. Juanda No. 141
Bekasi Timur
Telp. 021 - 8801778 - 8819377
Fax. 021 - 88351772 / 88342438
 
Konsultasi Dokter On line
 
Berita Kesehatan Home > Berita & Kesehatan > News Detail
O B E S I T A S
21 Maret 2014
Definisi Obesitas
Obesitas adalah kelebihan berat badan sebagai akibat dari penimbunan lemak tubuh yang berlebihan. Intake energy > energy expenditure. Setiap orang memerlukan sejumlah lemak tubuh untuk menyimpan energi, sebagi penyekat panas, penyerap guncangan dan fungsi lainnya. rata - rata wanita memiliki lemak tubuh yang lebih banyak dibandingkan pria.

Perbandingan yang normal antara lemak tubuh dengan berat badan adalah sekitar 25 - 30% pada wanita dan 18 - 23% pada pria. Wanita dengan lemak tubuh lebih dari 30% dan pria dengan lemak tubuh lebih dari 25% dianggap mengalami obesitas. Seseorang yang memiliki berat badan 20% lebih tinggi dari nilai tengah kisaran berat badannya yang normal dianggap mengalami obesitas.

  • Obesitas digolongkan menjadi 3 (tiga) Kelompok :
  1. Obesitas Ringan  : kelebihan berat badan 20 - 40%
  2. Obesitas Sedang : Kelebihan berat badan 41 - 100%
  3. Obesitas Berat      : Kelebihan berat badan >100% (Obesitas berat ditemukan sebanyak 5% dari antara orang - orang yang gemuk).
  • Penyebab Obesitas

Secara ilmiah, obesitas terjadi akibat mengkonsumsi kalori lebih banyak dari yang diperlukan oleh tubuh. Penyebab terjadinya ketidak imbangan antara asupan dan pembakaran kalori ini masih belum jelas. Terjadinya obesitas melibatkan beberapa faktor :

  1. FAKTOR GENETIK : Obesitas cenderung diturunkan, sehingga diduga memiliki penyebab genetik. Tetapi anggota keluarga tidak hanya berbagi gen, tetapi juga makanan dan kebiasaan gaya hidup, yang bisa mendorong terjadinya obesitas. Seringkali sulit untuk memisahkan faktor gaya hidup dengan faktor genetik. Penelitian terbaru menunjukan bahwa rata - rata faktor genetik memberikan pengaruh sebesar 33% terhadap berat badan seseorang.
  2. FAKTOR LINGKUNGAN : Gen merupakan faktor yang penting dalam berbagai kasus obesitas, tetapi lingkungan seseorang juga memegang peranan yang cukup berarti. Lingkungan ini termasuk perilaku atau pola gaya hidup ( Semisal, apa yang dimakan dan beberapa kali seseorang makan serta bagaimana aktivitasnya).
  3. FAKTOR PSIKIS : Apa yang ada di dalam pikiran seseorang bisa mempengaruhi kebiasaan makannya. Banyak orang yang memberikan reaksi terhadap emosinya dengan makan. Salah satu bentuk gangguan emosi adalah persepsi diri yang negatif. Gangguan ini merupakan masalah yang serius pada banyak wanita muda yang menderita OBESITAS, dan bisa menimbulkan kesadaran yang berlebihan tentang kegemukannya serta rasa tidak nyaman dalam pergaulan sosial.
  4. FAKTOR KESEHATAN : Beberapa penyakit bisa menimbulkan obesitas, antaranya :
    • Hipotiroidisme
    • Sindroma Crushing (kumpulan gejala - gejala berupa peningkatan berat badan yang cepat terutama pada perut dan wajah, penumpukan lemak pada leher bagian belakang, hiperhidrosis, striae pada abdomen, penipisan kulit, hirsutisme, hipertensi, penurunan libido, ganguan menstruasi, dan lain - lain).
    • Sindroma prader-Willi ( Gangguan kronis genetic langka, gejala yang umum adalah kelemahan otot dan nafsu makan unsatisfiable mengarah ke obesitas)
    • Beberapa kelainan syaraf yang bisa menyebabkan seseorang banyak makan
  5. FAKTOR PERKEMBANGAN : Penambahan ukuran atau jumlah sel - sel lemak (atau keduanya) menyebabkan bertambahnya jumlah lemak yang disimpan dalam tubuh. Penderita obesitas, terutama yang menjadi gemuk pada masa kanak - kanak, bisa memiliki sel lemak sampai 5 kali lebih banyak dibandingkan dengan orang yang berat badannya normal. Jumlah sel -sel lemak tidak dapat dikurangi, karena itu penurunan berat badan hanya dapat dilakukan dengan cara mengurangi jumlah lemak di dalam setiap sel.
  6. AKTIFITAS FISIK : Kurangnya aktivitas fisik kemungkinan merupakan salah satu penyebab utama dari meningkatnya angka kejadian obesitas di tengah masyarakat yang makmur. Orang - orang yang tidak aktif memerlukan lebih sedikit kalori. Seseorang yang cenderung mengkonsumsi makan kaya lemak dan tidak melakukan aktivitas fisik yang seimbang, akan mengalami OBESITAS.

 

  • Komplikasi

Obesitas bukan hanya tidak enak dipandang mata tetapi merupakan dilema kesehatan seseorang. Obesitas meningkatkan resiko terjadinya sejumlah penyakit menahun seperti :

  1. Diabetes tipe 2 (timbul pada mas dewasa)
  2. Tekanan darah tinggi
  3. Stroke
  4. Serangan jantung (Infark miokardium)
  5. Gagal jantung
  6. Kanker (jenis kanker tertentu, misalnya kanker prostat dan kanker usus besar)
  7. Batu kantung empedu dan batu kandung kemih.
  8. Gout dan artritis gout.
  9. Osteoartritis
  10. Tidur apneau ( Kegagalan untuk bernafas secara normal ketika sedang tidur, menyebabkan kadar oksigen dalam darah berkurang).
  11. Sindroma Pickwickian (Obesitas disertai wajah kemerahan, underventilasi dan ngantuk)

 

 

...:: SEMOGA BERMANFAAT ::...

RUMAH SAKIT BELLA BEKASI